Malware September - Oktober 2005 13 November 2005 Rontokbro menyerang Kangen dan Virus lokal ? Musik Indonesia menjadi tuan di rumah sendiri ? Kalau anda utarakan hal tesebut pada era 1980 - 1990 rasanya tidak banyak musisi lokal yang mampu bersaing dengan musisi luar. Tetapi hari ini ceritanya lain, musik dangdut secara de facto sudah memiliki pasar terbesar dan menjadi salah satu andalan utama stasiun TV lokal untuk menarik pemirsa. Begitupun dengan musik pop dan lainnya, fakta bahwa tidak sulit anda menemukan anak-anak kecil pengamen yang dengan fasih menyanyi "Ada Apa .. Denganmu" :) menunjukkan hal tersebut. Mirip seperti musik lokal, jika kita membicarakan hal ini di tahun 2004 dan sebelumnya maka statistik Vaksincom menunjukkan bahwa virus yang "menguasai" Indonesia > 95 % adalah virus luar negeri dan hanya sedikit sekali virus lokal yang mampu berbicara atau menampilkan dirinya. Katakan JohnMMX, W32/updater yang dikenal juga dengan nama Iworm Perkasa / Imelda, W32/Ganda.A@mm merupakan beberapa virus yang menampakkan dirinya pada era awal 2000. Namun satu hal yang menjadi catatan penting adalah virus lokal ini sangat jarang masuk ke dalam Top 10 dan hanya mampu "Curi Curi Pandang" karena tingkat penyebarannya sangat rendah. Adalah Pesin yang pertama mampu "Towel Towel" Top 10 virus Indonesia dan diikuti oleh Kangen yang secara konsisten "Towel Towel" Top 10 virus yang paling banyak terdeteksi di Indonesia. Satu hal penyebab menurut pengamatan Vaksincom adalah karena konsistensi pembuat virus Kangen yang terus menerus menelurkan varian baru sampai hari ini dengan rekayasa sosial yang makin hari makin canggih dan praktis menjadikan Kangen sampai kuartal ke tiga 2005 tidak memiliki saingan yang berarti. Memasuki kuartal ke empat 2005, muncul saingan Kangen yang tidak kalah canggih (untuk tidak mengatakan lebih canggih) dan "juga" secara konsisten diupdate oleh pembuatnya W32/Rontokbro@mm yang pada saat pembuatan artikel ini sudah mencapai varian ke 17 W32/Rontokbro.R. Virus yang dapat dipastikan merupakan kreasi salah satu mahasiswa dari Kota Kembang ini memang hebat, terbukti dengan kemampuannya masuk dalam jajaran elit Top 10 virus Indonesia untuk bulan September - Oktober 2005 dan hanya dikalahkan oleh veteran Funlove, Netsky dan Zafi yang semuanya merupakan virus luar. Satu hal yang menarik perhatian adalah dalam menjalankan aksinya, pada pembuat virus lokal ini seperti "Air dan Api" mulai menyerang virus lokal lain dimana selain menjalankan rutinnya menginfeksi komputer Rontokbro ternyata membasmi virus lokal lain seperti Kangen, Tabaru etc. Meskipun tujuan pembuat virus ini diklaim bertujuan baik karena membasmi virus lain, tetapi apakah dibenarkan membasmi virus lain dengan menyebarkan virus baru ? Dikhawatirkan aksi ini hanya memicu perseteruan baru yang mirip pertempuran Netsky VS Bagle yang saling menyerang dan yang dapat dipastikan sebagai korban dan menderita paling hebat adalah pengguna komputer Indonesia, khususnya komunitas Warnet, sekolah dan kalangan bisnis di Indonesia yang notabene adalah pengguna komputer awam. Disclaimer !! Membuat virus adalah tindakan melanggar hukum dan Vaksincom menentang pembuatan dan penyebaran virus. Vaksincom tidak akan melayani permintaan dengan alasan apapun untuk mendapatkan sample virus. Virus VS Spyware, berimbang Statistik bulan September dan Oktober 2005 menunjukkan penyebaran Spyware dan Virus dalam komposisi yang berimbang, dimana Virus menang tipis 4 % dan mengambil 52 % dari penyebaran Malware di Indonesia. Dibandingkan bulan Agustus 2005, Spyware mengalami peningkatan 5 % menjadi 48 % dari total insiden malware di Indonesia. (Lihat Gambar 1) 
Gambar 1, Perbandingan insiden Spyware VS Virus Indonesia September - Oktober 2005 Salah satu penyebab meningkatnya insiden virus di bulan September - Oktober 2005 adalah karena kontribusi virus lokal yang dimotori oleh Rontokbro yang secara mengejutkan bercokol di posisi ke 4 dengan jumlah insiden 642 (4.5 %) mengalahkan Mytob, Redlof, dan WYX. Sedangkan Kangen memberikan kontribusi sebanyak 297 insiden (2.09 %). Selain Rontokbro dan Kangen, sebenarnya ada tiga virus lokal yang muncul pada statistik Antivirus Vaksincom bulan September - Oktober 2005 yaitu peringkat (17) Pesin, (26) Fawn dan (30) Tabaru. Posisi Jawara insiden virus sendiri di ambil alih oleh W32/Funlove yang menrupakan virus lama yang berumur belasan tahun namun mampu bertahan sampai hari ini dengan jumlah insiden 3.667 (25.81 %) diikuti oleh Zafi 3.311 (23.30 %) pada peringkat ke dua. Sedangkan jawara pada bulan Agustus Netsky harus puas di tempat ke tiga dengan jumlah insiden 2.754 (19.38 %) disusul oleh Rontokbro 642 (4.53 %), Mytob 472 (3.32), virus boot sector WYX 425 (2.99 %), Redlof 316 (2.22 %) berturut-turut pada posisi 4 sampai 7. Peringkat ke 8 ditempati oleh virus lokal legendaris Kangen 297 (2.09 %) diikuti oleh Mywife yang menampilkan gambar porno pada email bervirus 278 (1.96) dan ditutup oleh pendatang baru W32/Tenga.3666 yang mengeksploitasi delah keamanan RPC Dcom dan menyebarkan dirinya melalui jaringan dan memiliki kemampuan mengupdate dirinya seperti program antivirus. Untuk mengetahui insiden virus September - Oktober 2005, silahkan lihat Gambar 2 dan Tabel 1 dibawah ini. 
Gambar 2, Top 10 Virus Indonesia September - Oktober 2005 | No | Virus | Jumlah | % | | 1 | Funlove | 3,667 | 25.81% | | 2 | Zafi | 3,311 | 23.30% | | 3 | Netsky | 2,754 | 19.38% | | 4 | Rontokbro | 642 | 4.52% | | 5 | Mytob | 472 | 3.32% | | 6 | Wyx | 425 | 2.99% | | 7 | Redlof | 316 | 2.22% | | 8 | Kangen | 297 | 2.09% | | 9 | MyWife | 278 | 1.96% | | 10 | Tenga | 268 | 1.89% | | Lainnya | 1,780 | 12.53% | | | Total | 14,210 | 100% |
Tabel 1, Top 10 Virus Indonesia September - Oktober 2005 Gator, buaya imut-imut yang berbahaya 
Gambar 3, Spyware Top Indonesia September - Oktober 2005 Jika dibandingkan dengan bulan Agustus 2005, Spyware tidak mengalami banyak perubahan dan hanya terjadi pergeseran / tukar tempat saja. Adalah Gator, spyware dengan icon buaya yang memimpin peringkat pertama dengan total 2.505 insiden (19.18 %) menggantikan Istbar yang tergeser ke peringkat 3 dengan insiden 1.423 (10.90 %). Peringkat dua ditempati oleh spyware Agent yang melompat dari posisi 15 dengan total insiden 1.499 (11.48 %) yang melengserkan Dyfuca ke peringkat 5, 999 insiden (7.65 %). Winad yang pada bulan sebelumnya menempati posisi 5 dengan insiden 1.027 (7.86) bergerak naik sedikit melemparkan Lop keluar dari daftar Spyware paling ganas se Indonesia. Untuk informasi detail penyebaran Spyware di Indoensia, silahkan lihat Gambar 3 di atas dan Tabel 2 dibawah ini. | No | Adware | Jumlah | % | | 1 | Gator | 2,505 | 19.18% | | 2 | Agent | 1,499 | 11.48% | | 3 | Istbar | 1,423 | 10.90% | | 4 | Winad | 1,027 | 7.86% | | 5 | Dyfuca | 999 | 7.65% | | 6 | Comet | 628 | 4.81% | | 7 | Mywebsearch | 488 | 3.74% | | 8 | Savenow | 435 | 3.33% | | 9 | VirtualBouncer | 411 | 3.15% | | 10 | Bispy | 333 | 2.55% | | 11 | Startpage | 320 | 2.45% | | 12 | Puper | 286 | 2.19% | | 13 | Whenu | 236 | 1.81% | | 14 | Funweb | 226 | 1.73% | | 15 | Dloader | 176 | 1.35% | | 16 | Padodor | 155 | 1.19% | | 17 | Stubby | 145 | 1.11% | | 18 | Media Tickets | 132 | 1.01% | | 19 | Webrebates | 131 | 1.00% | | 20 | D1max | 129 | 0.99% | | 21 | Revop | 128 | 0.98% | | 22 | Byteverify | 122 | 0.93% | | 23 | Timesinc | 115 | 0.88% | | 24 | Webhancer | 104 | 0.80% | | 25 | Sidefind | 101 | 0.77% | | | Lainnya | 804 | 6.16% | | Total | 13,058 | 100% |
Tabel 2, Spyware Top Indonesia September - Oktober 2005 Issue terakhir selain penyebaran Rontokbro yang meluas khususnya di kota Kembang dimana Vaksincom mengalami ribuan permintaan download Norman Virus Control adalah juga tentang aksi Sony Corporation yang menggunakan rootkit menginstalkan dirinya dari beberapa CD yang dikeluarkan oleh Sony yang dijalankan oleh PC dimana setelah menginstalkan dirinya, software ini akan berusaha menyembunyikan dirinya ke harddisk dan menempatkan atributnya sebagai hidden (tersembunyi). Teknik ini sebenarnya biasa terjadi di dunia spyware tetapi yang memalukan adalah karena hal ini dilakukan oleh perusahaan besar sekelas Sony. Teknologi Sandbox dari Norman Virus Control mampu mendeteksi teknik ini sehingga para pengguna Norman tidak perlu khawatir atas serangan ini. Dikhawatirkan, pembuat virus atau spyware meniru cara ini untuk menyembunyikan diri dan aktivitasnya dimasa depan. PT. Vaksincom pada tanggal 7 Desember 2005 akan mengadakan Seminar sehari Evaluasi Malware 2005, Trend 2006 dan antisipasinya di Hotel Marriott - Mega Kuningan. Seminar ini akan diisi oleh : - Virus Lab Vaksincom - Onno W. Purbo - Cisco Indonesia - Microsoft Indonesia - Surfcontrol dan di dukung oleh official media : - PC Magazine - Bisnis Indonesia - Detikinet salam, Alfons Tanujaya (AAT) PT. Vaksincom Jl. Tanah Abang III /19 E Ruko Tanaga Mas Jakarta 10160 Telp : 62-21-3456 850 http://www.vaksin.com Email : info@vaksin.com |